Daftar Blog Saya

Rabu, 21 Desember 2011

LEDAKAN PENDUDUK

Pengertian Antropposfer
 Antroposfer berasal dari kata latin anthropos yang artinya manusia dan sphaira yang artinya lingkungan. Jadi antroposfer artinya lingkungan bagian dari bumi atau biosfer yang dihuni manusia.


Kajian antroposfer
Kajian antroposfer meliputi hal-hal yang berhubungan dengan manusia misalnya :
·         Ledakan penduduk
Ledakan penduduk adalah bertamabahnya jumlah penduduk yang di ukur secara signifikan dan juga tingkat antara kelahiran dan kematian lebih besar kelahiran.
·         Urbanisasi
Perpindahan penduduk dari desa ke kota yang di pengaruhi oleh beberapa faktor yang antara lain faktor pendorong dan faktor penarik.
§  Faktor pendorong :
Sempitnya lapangan pekerjaan
Fasilitas di desa yang kurang memadai
Adanya keinginan untuk memajukan kesejahteraan hidup
Bencana alam
§  Faktor penarik
Banyaknya lapangan kerja
Fasilitas di kota yang lebih memadai
Pendidikan lebih memadai
·         Transmigrasi
Perpindahan penduduk dari daerah yang padat pendduduk ke daerah yang jarang penduduknya.
·         Persebaran
·         Kepadatan penduduk



Ledakan penduduk indonesia

Bertambahnya jumlah penduduk yang berada di wilayah indonesia dengan jumlah kelahiran lebih besar dari pada jumlah kematian atau natalitas lebih besar dari pada mortalitas.

Penyebab ledakan penduduk
Tingkat KelahiranTinggi:
Beberapapenyebabsosial-budaya yang bertanggungjawabatastingkatkelahiran yang tinggi.Perkawinanjugamerupakankewajiban agama danprakteksistempernikahandinimasihterjadi sampai sekarang.Anakperempuanmenikahselamamasasuburusia 15 sampai 20 tahundanmelahirkansejumlahanak.
Poligami:                                                                                         
Beberapa orang di Indonesialebihmemilihuntukmemilikilebihdarisatuistridansistempoligamiseperti membiarkananak-anaklahirlebih.
PreferensiuntukAnakPria:
Setiapkeluarga di India lebihsukaseoranganaklaki-laki. There are some religious rites which can be preferred by a male child. Ada beberapa ritual keagamaan yang dapatdisukaiolehseoranganaklaki-laki. So the parents in spite of number of girl child they wait for a male child. Jadi orang tuameskipunjumlahanakgadismerekamenungguuntukanaklaki-laki.
JandaMenikah:
Sistem perkawinanjandadalammasyarakat modern membantu dalamtumbuhnya penduduk.

Penyebab ekonomi
Kemiskinan:
Indonesiberada di bawahgariskemiskinandanmerekamenganggapanaksebagaiasetmerekauntuk membawaupahInimembantudalampertumbuhanpenduduk yang cepat.
Kurangnyaperangkat kontrol kelahiran :
alatkontrolkelahiran yang tidakmemadaidantidakdiberikandalamwaktu yang tepatmenjadi penyebabnya.
KetersediaanFasilitasKedokteran:
fasilitasmedisdanpelayanankesehatanmasyarakatmembantudalampenurunanangkakematian. Minumairpasokandanfasilitasdrainasememilikikontrolepidemi..Di daerahpedesaan, klinikmedis, rumahsakittelahmembukadanfasilitaskesehatandisediakanuntuksemua yang menyebabkanpenguranganangkakematian.
Pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak :
Perawatantelahdiambiluntukkesehatanibuhamildanmenyusui, bayibarulahir, danpengaturantelahdibuatuntuk mengurangiangkakematian.
Tingkat kematianibuhamildanbayi yang barulahirtelahmenurun.
Perbaikanlangkah-langkahuntukmemeriksapenduduk:
Usiapernikahanmeningkatuntukanaklaki-lakidanperempuanolehhukum. Sistemawalpernikahantelahdihapuskan.. Ada doronganuntuk program keluargaberencanadanpenggunaankontrasepsi.. Tingkat kelahirantelahdiperiksadenganmetode yang berbeda.. Ada penekananpenyebaranpendidikanuntuksatuatauduaanak, perbaikanstatus perempuan
programkesadaranpendudukdanpasokan yang memadaikontrasepsi oral dandoronganuntukoperasisterilisasitelahmembantudalammengurangipertumbuhanpenduduk.

Dampak ledakan penduduk
  • Persainganlapanganpekerjaan
Di negara yang memilikipertumbuhanpenduduktinggiakansemakinbanyak orang yang memperebutanlapanganpekerjaan. Diperkirakanharusdiciptakan 30 jutalapanganpekerjaanbarusetiaptahunnyajikasetiap orang yang menginjakusiakerjaharusmemilikipekerjaan.
  • Persainganuntukmendapatpemukiman
Persainganuntukmendapatpermukiman yang layak.Persainganiniterutamaterjadi di daerahperkotaan yang padat, tapitidakadaperumahan yang memadai.Dikotasepertiini, eringkitajumpaipermukimankumuh.
  • Kesempatanpendidikan
Denganmakinbanyaknyabayi yang lahirsetiptahunnya, tentumakinbanyaknyadiperlukanfasilitassekolahdan guru yang memadai.Negara miskin, mungkintidakbisamemenuhifasilitaspendidikan.Sebagaihasilnya, tidaksetiapanakmemilikikesempatanuntukbersekolahdanmendapatkanpendidikan yang memadai.


  • PertumbuhanPenduduk
Selama 25 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia telah meningkat menjadi hampir dua kali yaitu dari 119,2 juta pada tahun 1971 menjadi 195,29 juta pada tahun 1995 dan menjadi 198,20 juta pada tahun 1996. Namun demikian, tingkat pertumbuhan penduduk telah turun secara cepat yaitu 2,32 persen pada periode tahun 1971-1980 menjadi 1,98 persen pada periode tahun 1980-1990 dan pada periode tahun 1990-1996 menjadi 1,69 persen.
Terdapat perbedaan yang sangat mencolok tentang laju pertumbuhan penduduk bila dilihat menurut propinsi pada periode tahun 1990-1996. Angka terendah sebesar 0,01 persen pada propinsi DI Yogyakarta dan tertinggi sebesar 4,39 persen pada propinsi Kalimantan Timur.
Dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan Penduduk tingkat nasional terdapat 9 propinsi yang tingkat pertumbuhannya dibawah 1,69 persen, yaitu propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.
  • PersebaranPenduduk
Salah satu masalah kependudukan di Indonesia adalah persebaran penduduk yang tidak merata. Hal ini berkaitan dengan daya dukung lingkungan (luas wilayah) yang tidak seimbang antara Jawa-Bali dengan luar Jawa-Bali. Pulau Jawa yang luas wilayahnya kurang dari 7 persen dihuni oleh 58,7 persen penduduk, sehingga kepadatan penduduk di Pulau Jawa mencapai 880 jiwa per Km2 pada tahun 1996.
Kepadatan penduduk di luar Pulau Jawa, jauh lebih rendah, yaitu baru didiami oleh kurang dari 100 Jiwa setiap Km2 di Pulau Sumatera dan Sulawesi , dan kurang dari 20 Jiwa setiap Km2 di Kalimantan serta khususnya di Irian Jaya yang baru dihuni oleh 5 Jiwa setiap Km2. Gambaran ini selain memberikan petunjuk tentang tidak meratanya persebaran penduduk, juga menunjukkan kurang seimbangnya proporsi luas wilayah.
Bila kepadatan penduduk setiap propinsi dibandingkan, maka luas wilayah di propinsi-propinsi Jawa dan Bali sudah tidak memadai, apalagi DKI Jakarta yang didiami oleh lebih dari 15.732 jiwa per Km2.

  • PersentasePenduduk Kota
Sejak tahun 1971 penduduk perkotaan terus meningkat dengan pesat, yaitu dari 17,3 persen pada tahun 1971 menjadi 22,4 persen pada tahun 1980 dan meningkat menjadi 37,1 persen pada tahun 1996. Hal ini disebabkan proses urbanisasi yang terus menerus terjadi karena kehidupan diperkotaan dianggap lebih baik dan menjanjikan mudah memperoleh kesempatan kerja dan berusaha dari pada di pedesaan sehingga dapat disebutkan pula bahwa meningkatnya penduduk kota tersebut antara lain disebabkan oleh pengaruh keadaan sosial dan pertumbuhan pembangunan secara nasional.

  • Usiakawinpertama.
Usia wanita saat perkawinan pertama dapat mempengaruhi resiko melahirkan. Semakin muda usia saat perkawinan pertama semakin besar resiko yang dihadapi bagi keselamatan ibu maupun anak, karena disebabkan belum matangnya rahim wanita usia muda untuk memproduksi anak atau belum siap mental dalam berumah tangga. Demikian pula sebaliknya, semakin tua usia saat perkawinan pertama semakin tinggi resiko yang dihadapi dalam masa kehamilan atau melahirkan.
Menurut hasil SUPAS tahun 1995 terdapat 21,5 persen wanita di Indonesia yang perkawinan pertamanya dilakukan ketika mereka berumur kurang dari 17 tahun. Di daerah pedesaan dan perkotaan wanita yang melakukan perkawinan dibawah umur tercatat sebesar 24,4 persen dan 16,1 persen.
Persentase wanita kawin usia muda cukup bervariasi antar Propinsi. Persentase Wanita kawin Usia Muda, persentase terendah terdapat pada Propinsi NTT (4,35%), Bali (4,54%) Sedangkan persentase terbesar terdapat pada Propinsi Jawa Timur (40,39%), Jawa Barat (39,6%) dan Kalimantan Selatan (37,5%).
  • Status perkawinan.
Komposisi penduduk 10 tahun keatas di kota maupun desa menurut status perkawinan di Indonesia menunjukkan bahwa penduduk pria dan wanita mengalami perubahan status perkawinannya.
Pada tahun 1990 persentase penduduk wanita berumur 10 tahun keatas dengan status kawin 54,2%, belum kawin 33,4%, cerai hidup 3,1% dan cerai mati 9,3%. Sedangkan penduduk pria dengan status kawin 53,4%, belum kawin 43,9%, cerai hidup 1,0% dan cerai mati 1,6%. Bila dibandingkan dengan tahun 1996 persentase penduduk wanita berumur 10 tahun keatas dengan status kawin 54,88%, belum kawin 33,99%, cerai hidup 2,35% dan cerai mati 8,77%, sedangkan pada penduduk laki-laki status belum kawin 42,04%, kawin 55,69%, cerai hidup 0,69% dan cerai mati 1,58%.


  • AngkaKelahiran Total (TFR)
Berdasarkan hasil SUPAS 1985, Angka Kelahiran Total (TFR) tahun 1980-1985 adalah 4,1 per wanita usia subur. Berarti dalam jangka waktu lima tahun tersebut angka ini mengalami penurunan sebesar 19,5%. Sedangkan hasil Sensus 1990 menunjukkan bahwa TFR sebesar 3,3 per wanita usia subur.
Pengelompokan propinsi menurut perkiraan TFR tahun 1990-1995 dan 1995-2000 seperti terlihat pada Tabel II.A.7 di atas, menunjukkan bahwa terjadi kenaikan jumlah propinsi yang mempunyai TFR kurang dari 3 sedangkan jumlah propinsi pada kelompok TFR diatas 3 menurun. Bahwa angka kelahiran menurut kelompok umur ibu terjadi penurunan pada setiap periode akan tetapi penurunannya tidak secepat seperti pada periode tahun delapan puluhan. Hal ini disebabkan karena tingkat kelahiran pada saat ini sudah cukup rendah yaitu rata-rata setiap Ibu usia 15-49 pada periode tahun 1992-1994 melahirkan anak sebesar 2,86 anak.

Solusi ledakan penduduk

·         Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
·         Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
·         Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
·         Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.



·         Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
·         Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar